Selamat Datang di Website Resmi Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Desa Sulahan untuk seluruh masyarakat. Silahkan datang ke Kantor Desa Sulahan meminta PIN jika Anda ingin melihat data yang terdaftar di Data Kependudukan, atau ingin melaporkan sesuatu ke Pemerintah Desa. Destinasi Wisata Alam di Kabupaten Bangli kini bertambah dengan Banjar Cekeng, yang akan digarap dan dijadikan ikon pariwisata Penglipuran 2

Artikel

" SAPIKU BERANAK, HIDUPKU ENAK "

30 Oktober 2018 12:25:41  I Wayan Wiranata  243 Kali Dibaca  Berita Desa

Selasa, 30 Oktober 2018 dilaksanakan hari kedua Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Ternak Sapi Desa Sulahan Tahun 2018 di Ruang Rapat Kantor Desa Sulahan . Kegiatan ini bertujuan agar Desa Sulahan bisa menjadi desa dengan produktifitas sapi yang jauh lebih baik ketimbang desa yang lain. Pelatihan diikuti oleh perwakilan kelompok ternak di Desa Sulahan yang berjumlah 40 Orang, dengan 34 orang peserta laki-laki dan 6 orang peserta perempuan. Dalam kesempatan tersebut hadir Bapak Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli yang sekaligus menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Sesuai dengan tujuan dari kegiatan pelatihan ini, Bapak Ir. I Wayan Sukarsana, M.Si selaku Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli memberikan apresiasi yang sangat baik agar nantinya bisa dilanjutkan kan dikembangkan agar nantinya bisa ditularkan kedesa-desa yang lain. Hal itu dikarenakan pembangunan pertanian dan peternakan memiliki peran yang strategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis pertanian tersebut digambarkan melalui kontribusi yang nyata melalui pembentukan kapital; penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, penyerap tenaga kerja; sumber pendapatan; serta pelestarian lingkungan melalui praktek usahatani yang ramah lingkungan.

Lebih lanjut Bapak Kadis PKP Kabupaten Bangli memberikan materi tentang Peternakan Sapi yang dasar hukumnya ada di Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/ Pk.210/10/2016 Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi Dan Kerbau Bunting, yang menyebutkan bahwa 1) UPSUS SIWAB bertujuan meningkatkan populasi ternak ruminansia besar dalam memenuhi kebutuhan produk ternak dalam negeri. 2) UPSUS SIWAB: Kegiatan yang terintegrasi untuk percepatan populasi sapi dan kerbau secara berkelanjutan. 3) Ternak Ruminansia Indukan: ternak betina bukan bibit yang memiliki organ reproduksi normal dan sehat digunakan untuk pengembangbiakan, 4) Ternak Ruminansia Betina Produktif: Ternak ruminansia betina yang organ eproduksinya masih berfungsi secara normal dan dapat beranak. semua itu tujuannnya tidak lain adalah Meningkatkan populasi sapi secara berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi sapi indukan dalam menghasilkan anak dan Swasembada daging sapi.

Pelaksanaan UPSUS SIWAB bagi masyarakat / Peternak yang memiliki sapi betina / induk melaporkan kepada petugas yang menangani peternakan. Selanjutnya Petugas mendaftarkan sapi milik peternak yang dilaporkan. Sapi yang sehat akan dikawin suntik (IB) oleh petugas inseminator. Sapi yang mengalami gangguan reproduksi (gangrep) akan mendapat penanganan , diobati dan diberi pakan tambahan. Gangrep : tidak berahi, berahi terus menerus, berahi lemah, kawin berulang. Sapi yang telah sembuh dari gangrep akan di kawin suntik (IB). Dan Sapi yang di IB dan bunting, diberi pakan suplemen.

 Pada kesempatan itu pula diberikan materi tentang Teknik Perkandangan dan Teknik Pembibitan yang dibawakan langsung oleh Bapak I Gusti Nyoman Switrasana Penyuluh Pertanian Madya Dinas PKP Kabupaten Bangli. Materi teknik pembibitan dijelaskan dalam memilih calon bibit unggul untuk sapi Bali harus memiliki kreteria :

  1. Keadaan sehat dan tidak cacat
  2. Umur 1- 2 tahun
  3.  Mata cerah dan kulitnya mengkilat (tidak kusam)
  4. Gerak lincah dan nafsu makannya baik
  5.  Leher panjang dan besar
  6. Tubuh panjang, berbentuk balok (segi empat), dada dalam
  7. Kaki besar, tegak dan kokoh
  8. Tubuh kompak/serasi
  9. Warna kulit dan bulu khas  i yaitu berwarna coklat kemerahan
  10. Ambingnya besar,   putingnya normal,  genap (4 buah)
  11. Induk max umur 11 tahun atau setelah 7 kali beranak.
  12. Tinggi gumba minimal 105 cm
  13. Panjang badan minimal 116 cm

Teknik Perkandangan dalam ternak sapi harus memiliki kretria :kebersihan, cahaya yang baik, Tata ruang yang baik agar Sapi yang dikandangkan tidak mengalami stres. Menurut Bapak I Gusti Nyoman Switrasana semua kreteria di atas bertujuan agar nantinya setelah menjadi indukan sapi bisa menghasilkan anak yang bermutu dan peternak bisa mendapat untung, dengan istilah “Sapiku Beranak, Hidupku Enak”. Kalau semua peternak sapi bisa mendapat keuntungan dari ternak yang dipelihara maka kesejahtraan peternak bisa sedikit demi sedikit ditingkatkan. (wira;)

Wiranata
15 November 2018 08:38:34
suksma pak Suarsana, mohon saran dan bimbingan untuk bisa lebih baik lagi
NP Suarsana
01 November 2018 10:20:54
Mantappp Pak Wayan, tulisannya sudah bagus dan sudah mengikuti kaidah jurnalisme desa. Teruskan pak, sumbangkan pemikiran dan tulisan untuk kemajuan desa.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


WA Layanan Desa

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Aparatur Desa

Back Next

Agenda

Belum ada agenda

Perpustakaan Desa

Peta Desa

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Komentar Terbaru

Video Desa

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:285
    Kemarin:225
    Total Pengunjung:126.963
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:35.172.111.71
    Browser:Tidak ditemukan